Sunday, 29 July 2012

PUISI “Menanti Kekasih Impian”


Mimpi mimpi itu selalu hadir dalam asa
Menguak tabir dalam gejolak rasa
Membawaku larut dalam pesona cinta
Menghempas tubuhku terbang jauh ke angkasa

Kuterdiam hanyut dalam derasnya rasa dalam jiwa,
Menanti hadirnya kekasih yang tlah lama tak tiba
Bagai merindukan bulan dengan cahaya indahnya
Menerangi heningnya malam tanpa kata kata

Kuhabiskan hari hariku dalam penantian
Mengharap hadirmu sang kekasih impian
Telah banyak cerita tertulis tentangmu dalam goresan
Menghiasi hidupku dalam penatnya kerinduan

Akankah malam ini engkau tak hanya hadir dalam mimpi
Membawa sejuta kebahagiaan dalam pesona cinta tanpa ilusi
Dan membawaku terbang bersama menembus indahnya cahaya sejati
Hingga sampai waktunya ketika semua menjadi kekal dan abadi


PUISI “Senyum Terindah”


Desir angin bertiup perlahan
Menerpa wajah dalam senyuman
Senyum dari bibir manis nan rupawan
Membawa sejuta rasa dalam kebahagiaan

Bulan dan bintangpun tersipu menatap rupamu
Bukan hanya mereka, akupun begitu
Terlihat jelas dari senyum manismu yang ayu
Tertanam cinta tulus dibalik elok pesona mu

Begitu indah hari hari kita lewati bersama
Dengan senyummu yang memberiku rasa yang berbeda
Rasa yang membuat hari hari ku lebih bermakna
Karena engkaulah senyum terindahku sepanjang masa


Saturday, 28 July 2012

PUISI “Dilema Masa Lalu”


Ditepi pantai ini ku termangu larut dalam lamunan
Ditengah gemuruh ombak seakan memecah kesunyian
Teringat semua kisah yang telah lama terkubur dalam kenangan
Dilema masa lalu yang telah lama aku lupakan

Wahai burung burung yang menari di atas samudera biru
Bawalah aku terbang melayang jauh menuju masa lalu
Untuk merubah semua kisah yang pernah menerpa kehidupanku
menghapus seluruh cerita suram disetiap langkah perjalanan hidupku

Mengapa harus ada cerita suram dalam sejarah perjalanan hidupku
Cerita suram dalam kenangan, yang telah menjadi dilema masa laluku
Andai kudapat mengulang waktu,
Aku tak mau mengulang semua kobodohanku

Kini hanya wajahnya yang terkadang hadir dalam setiap lamunan
Mengusik pikiran, menyayat hati yang semakin larut dalam penyesalan
Aku ingin dikehidupan yang akan datang
Kudapat menebus semua kesalahan dan kobodohan


PUISI “Hari Indah yang Kunanti”


Bertahun sudah aku hidup dengan kehampaan
Melintasi ruang bersama mimpi mimpi dan harapan
Aku berjuang dan terus berjuang menggapai masa depan
Dengan cucuran keringat dalam redup redam pengorbanan

Gemericik air sungai terasa indah terdengar mengawali hari
Burung burungpun berkicau, merangkai irama yang mendamaikan hati
Langit biru terlihat sempurna dengan awan tipis yang berarak menepi
Yang seolah tahu akan keindahan pesona cerahnya pagi

Oh Tuhan,  benar benar indah hari ini terasa bersama sang surya
Aku ingin menari nari bagai burung camar di angkasa
Terbang dan terus melayang jauh melewati luasnya samudera
Hingga menemukan sepotong asa, meresapi hangatnya cinta

Hari ini aku benar benar merasakan pesona indanya harapan itu
Hari yang tak pernah ku lalui dalam sejarah panjang hidupku
Mimpi mimpi yang dulu ada disetiap jejak langkahku
Kini menjadi kenyataan seiring berjalannya waktu


PUISI "Cinta Allah"


Sering aku menemukan cinta,
Namun semua tak bertahan lama
Semua berakhir tanpa rasa
Hanya sedikit sakit yang tak lama

Aku tahu tak ada cinta sejati selain cinta Illahi
Cinta yang sering orang sebut sebagai cinta yang hakiki
Yang akan selalu ada dalam diri hingga mati
Bahkan sampai datangnya kehidupan yang kedua kali

Itulah cinta Allah kepada hambanya
Yang tak terukur oleh kata dan pena
Cinta yang akan membawa bahagia
Kepada setiap insan yang bertaqwa


Thursday, 26 July 2012

PUISI "Kaulah Belahan Jiwaku"


Kucoba tuk jujur dalam diam tanpa kata
Lewat lembut belaianku tanpa sapa
Kurasakan ikhlasmu dalam kasih dan cinta
Kau regut jiwa bersama indah irama dalam nada

Aku tahu, kadang engkau ragu dengan setiaku
Yang tak pernah berucap mesra kata cinta kepadamu
Aku selalu terdiam dalam kakunya bibir yang membisu
Merasakan hembusan nafas dari bibir keresahanmu

Terbesit kuat rasa dan cita dalam jiwa
Dalam dinginnya malam ku coba tuk merangkai kata
Di bawah sinar rembulan dalam cerahnya cuaca
Ku ingin kau tahu tentang tulusnya cinta

Malam ini kan ku katakan semua rasa itu
Kan kubisikkan kata cinta dan ungkapan kasih sayangku kepadamu
Karena kau adalah belahan jiwaku, pelipur laraku
Ku hanya mau, kaulah yang terakhir dalam hidupku


PUISI “Air Mata Cinta”


Masih terngiang jelas di telingaku
Kata manis yang terucap dari bibirmu
Tentang perasaan tulus dari hatimu
Yang pernah mewarnai indah hidupku

Kini semua telah menjadi satu kenangan
Yang mungkin sulit hati ini untuk melupakan
Hanya kepedihan bersama air mata yang berlinang
Dalam kesendirian disudut malam yang tak berbintang

Kucoba tuk menepih semua kesedihan hatiku,
Melupakan cerita indah saat bersamamu
Mengusap setiap derai air mataku
Namun terasa sulit menghapus kenangan kenangan itu

Biarlah semua cerita cinta yang pernah ada
Semua kan terkubur lewat tetesan air mata cinta
Berlalu dalam coretan kata kata yang tercipta
Bersama mimpi mimpi yang tak pernah jadi nyata


Wednesday, 25 July 2012

PUISI "Putus Cinta"


Dikeheningan malam ini, Kucoba tuk mencari arti
Arti kebahagiaan yang kini telah beranjak pergi
Aku seperti kehilangan arah tuk mencari
Secercah cahaya harapanpun terseret tak menepi

Semua kisah indah itu telah berlalu
Begitu cepat cinta itu pergi meninggalkan ku
Menyisakan puing puing hati yang teriris sembilu
Mengenang kobohongan indah yang pernah terucap di bibirmu

Pernah ku berfikir untuk mengakhiri hidupku,
Yang tak sanggup melewati hari hariku tanpa hadirmu
Namun masih ada asa terbesit lirih di jiwaku
Yang membuatku kembali kuat tuk melangkahkan kakiku

Biarlah cerita tentang kita harus berakhir sampai di sini
Biarlah luka itu menjadi kenangan pahit hari ini
Mungkin esok akan datang cinta yang lain
Cinta yang akan mengobati perihnya luka hati ini…


PUISI "Berharap Cinta"



Aku tak berfikir tentang hitam dan kelamnya kehidupan
aku tak peduli, sesulit apapun perjalanan
walau aku tak memiliki banyak keberanian
namun aku memiliki beribu harapan dan impian
 
dalam tiap helai nafasku kusisipkan rindu
di setiap lamunanku terlukis wajah yang ayu
terbayang jelas senyum manis yang tersipu
semua seperti nyata, namun itu hanya semu

aku sadar tentang diriku yang hanya debu tak berarti
yang hanya bisa bermimpi dan terus bermimpi
untuk mendapatkan cinta dari seorang gadis
yang memiliki paras yang elok bagai bidadari

aku tahu, betapapun kelam merangkum haru
luka yang terasa tak akan sembuh, ia tak lebih dari sebuah jedah waktu
memberi ruang pada jiwa  menemukan sepotong asa yang baru
untuk mendapat balas cinta dari gadis, yang telah lama kurindu


Tuesday, 24 July 2012

PUISI "Kisah Anak Pengembala"

pagi itu, langit terlihat begitu cerah tak tertutup hitamnya awan
kicau burungpun terdengar dibalik hijaunya daun daun nan rindang
aku terus melangkah menyusuri sungai dan gumpalan ilalang
melewati lembah terjal dan bukit bukit kehidupan

anak pengembala, yah... anak pengembala,
begitulah teriak mereka dalam panggil dan sapa
ini adalah kehidupanku, dalam menggapai satu cita
hidup dalam kesederhanaan yang penuh dengan rasa

hampir aku tak pernah tahu akan adanya cinta
yang ku tahu hanyalah cerita pahit dan lara
dalam langkahku terbesit asa dalam jiwa
asa yang tak pernah hilang walau datang badai menerpa

di bawah terik matahari yang membakar kulitku
aku terus bejalan menyusuri jalan setapak yang berbatu
tak peduli perihnya luka menyayat sukmaku
begitulah aku hidup melewati ruang melintasi waktu


Surat Untuk Bidadari Kecilku di Syurga

setahun telah berlalu, bidadari kecilku pergi meninggalkanku
pergi meneuju syurga bersama malaikat dalam pangkuan Illahi
banyak kenangan indah yang masih melekat erat dalam hati
dan kenangan itu akan selalu ku simpan sampai akhir hayat nanti


oh.. Tuhan, kadang hati ini tak sanggup menahan rasa rindu,
rindu akan keceriaan bersama bidadari kecilku seperti dulu
rindu dengan senyum manisnya kala ia bahagia dalam dekapku
namun kerinduan itu hanyalah asa yang menyayat hatiku


oh.. Tuhan, begitu singkat waktu yang kau beri untuk bersamanya
masih ingin rasanya tangan ini mendekap erat tubuhnya
jika aku tahu Engkau akan begitu cepat mengambilnya,
aku akan habiskan waktuku hanya dengan bersamanya


oh.. Tuhan, di bawah sinar rembulan ku menanti keajaiban itu,
dalam kerinduan akan hadirnya senyum manis dari bibirnya yang ayu
namun waktu akan terus berjalan dan akan terus berlalu,
aku yakin semua ini yang terbaik untukku dan untuk bidadari kecilku


oh.. Tuhan, dalam setiap do'a aku memohon kepadaMu
jaga dan peliharalah bidadari kecilku yang kini bersamamu
aku yakin dengan kuasa dan kehendakmu kepadaku
suatu saat nanti aku dapat berkumpul bersamanya dalam indahnya firdausMu



PUISI "Cita Cita"


Setelah 4 tahun aku lalui kehidupan itu,
kehidupan yang mengorbankan semua perasaanku,
kehidupan yang membuatku semakin rapuh
kehidupan yang penuh dengan duri dan tajamnya batu

Kini aku harus memulai dan melalui itu lagi
Dalam kehidupan dengan rintangan yang datang silih berganti
di negeri perantauan ini hingga begitu lama dalam sepi
tanpa ada orang orang yang peduli akan pedihnya luka dalam hati

dibalik semua itu ada yang membuatku menjadi kuat menjalaninya.
Dialah "cita cita". Ya benar!! cita-cita, dialah yang membuatku kuat.
Lebih baik aku menghadapi semua ini semampuku demi kehidupan yang layak
dengan selalu mengharap riidoNya demi kebahagiaan dunia dan akherat kelak.


PUISI "Menggapai Mimpi"

hidup kadang terasa penat dalam lajunya waktu
kadang beku bagai butiran butiran salju
itulah hidup, yang tak seorang pun tahu
kemana dan kapan hati ini berlabuh

aku sudah tahu tentang gelapnya kehidupan,
atau tentang manis dan indahnya masa depan
makanya itu aku tak pernah lelah dalam berjuang
aku tak mau kalah sebelum sampai pada tujuan

aku terus melangkah melewati pahit manisnya hidup ini
berjuang dalam cita untuk pertahankan harga diri
itulah kerasnya aku menahan tajamnya duri
tuk menggapai semua indahnya mimpi mimpi

Monday, 23 July 2012

PUISI "Menanti Indahnya Cinta Sejati"

indah hidup terangkai dalam kata
bahagia hati menyatu dalam jiwa
aku ingin seperti bintang di angkasa
yang ikut menerangi malam dalam gelita


aku tahu untuk siapa rasa ini
rasa yang selalu hadir mengusik sanubari
aku tahu cinta itu kadang datang dan pergi
tapi aku tak pernah tahu tentang cerita cinta sejati


aku ingin seperti rembulan
yang terus bersinar menerangi gelapnya malam
jika suatu saat nanti aku harus tenggelam
namun masih ada cerita indah untuk dikenang


aku ingin suatu saat nanti
dapat merasakan indahnya cinta sejati
walau hanya sekejap namun ku ingin semua itu pasti
dalam hidupku, bersama sejuknya embun pagi



Sunday, 22 July 2012

PUISI "Jatuh Cinta Lagi"

burung burung bernyanyi mendamaikan hati kala sepi
kududuk termangu di bawah indahnya mentari pagi
dalam lamunku teringat eloknya wajah ayu sang putri
wajah yang selalu hadir dalam setiap mimpi mimpi

tak seperti hari hari yang tlah berlalu
cuaca pagi ini lebih indah menghiasi langitku
aku tak tahu apakah ini hanyalah mimpi indahku
ataukah ini adalah realita rasa dalam jiwaku

saat kubertanya kepastian rasa dalam hati
namun rasa takut itu selalu datang menghantui
kupastikan langkah dalam menggapai cinta sejati
aku tak mau kecewa untuk yang kedua kali

akankah ini adalah cinta terakhir dalam hidupku?
cinta yang membawa kedamaian dalam setiap langkahku
yang dapat menerangi dalam gelapnya malam malamku
cinta yang dapat menemaniku hingga akhir hayatku...


PUISI "Mencari Cahaya Kehidupan"

hidupku hitam bagai legamnya arang dalam gumpalan debu
hatiku beku bagai air dibukit saat musim salju
jiwaku kosong yang tak terisi oleh wahyu
langkahku tertatih disetiap perjalanan hidupku


kududuk termangu dalam gelapnya malam
meratapi hidup yang penuh dengan kehampaan
kecoba bertanya pada sekelompok kunang kunang
kapankah jiwa ini akan berubah menjadi terang


hari berganti hari bulan dan tahunpun telah berlalu
namun tak ada tanda tanda cahaya kehidupan itu
cahaya yang dulu pernah membuat damai hatiku
cahaya yang selalu menemani disetiap langkahku


masih adakah waktu untukku mengulang masa
ketika semua terasa terang bagai cahaya purnama
mengapa kegelapan ini hadir mengubur cita dan asa
hanya kepada Tuhan, ku serahkan segalanya


semoga Tuhanku masih menerima sujudku
sujud seorang hamba yang tlah lama melupakanmu
aku sadar atas semua salah dan khilafkku
namun ku tak dapat melangkah tanpa cahaya Ridho darimu



PUISI "Perjuangan Orang Tua"

kau langkahkan kaki mu perlahan menembus lebatnya belukar
menyisir tebing tebing dengan bebatuan yang tajam menusuk kaki kaki yang renta
dengan penuh semangat bersama sisa sisa tenaga yang ada
kau terus berjalan di bawah teriknya sinar sang surya


keringat mengucur membasahi badan mu yang tampak layu
sepenggal asa dalam jiwamu kuat bagai bongkahan batu
mengais rezki dalam luka, demi masa depan anak anak mu
sungguh mulia hatimu tak terukir dengan kata kata indah lewat lagu


dengan ketulusan jiwamu mengucap do'a di keheningan malam
bersama kasih sayangmu kau belai rambutnya yang hitam
tak sedikitpun rasa keluh terucap dari bibirmu yang legam
untuk meratapi nasibmu yang tak pernah luput dari penderitaan


hanya tuhan yang tahu apa yang selalu engkau rasakan
mangarungi hidup dengan luka luka dan kesengsaraan
dalam sisa sisa umurmu kini engkau masih terus bertahan
demi satu harapan dan mimpi mimpi indah masa depan..


Saturday, 21 July 2012

PUISI "Mencari Cinta Sejati"

Cinta adalah perasaan yang timbul dalam hati
yang tak tau kapan ia datang dan kapan harus pergi
Cinta memang indah ketika ia datang menelusuk hati
namun semua berubah menjadi kelam ketika ia harus pergi


cinta sejati adalah cinta sehidup semati
begitulah kata mereka yang merangkai kata dalam puisi
cinta sejati akan kekal tersimpan dalam jiwa jiwa yang suci
dan akan terus tersimpan hingga nafas ini terhenti


masih adakah cerita tentang cinta sejati
seperti yang ditulis oleh para pujangga dalam fiksi
aku tak mengerti dengan kehidupan yang seperti ini
yang tak pernah menemukan cinta sejati nan hakiki


aku tak tahu harus kemana hendak mencari
cinta sejati yang telah lama aku nanti dalam setiap mimpi
akankah hari esok aku dapat menjumpai
entah sampai kapan aku harus menanti datangnya cinta sejati..


PUISI "Pinanglah Aku"



Disebuah KeHeningan MaLam kududuk seorang diri Menantimu
Disetiap perjalanan Hidupku bersama deru layu langkahku
Membuka tabir gelap yang selalu menutupi jalan hidupku
Menanti kepastian dalam keabadian cintamu

Tak sadar hati ini TeLah Tergoyah dengan Senyumanmu
Yang memancarkan sejuta keindahan dalam elok parasmu
Engkau berlari seolah-seolah engkau Akan menjemputku
Disetiap penantianku Ingin memelukku dengan sejuta kerinduanmu padaku

Tetapi maaf kuharus beranjak pergi Karena sungguh kau tak halal bagiku
Tak Dapat kupungkiri hati ini juga menginginkan dirimu
Maka kuberanikan diri tuk berkata padamu
Pinanglah aku Bermaharkan "AKHLAKMU"

Cintai aku karena engkau cinta kepada Illahi Rabbi
Siapapun dirimu kau akan slalu kunanti Dan kan selalu diHati
Kan kujaga kehormatan cintaku Hanya untukmu Wahai sang Pujaan Hati
Sampai tiba saatnya kita duduk berdua dalam satu ikatan yang pasti


PUISI "Cinta tak sampai"

rambut hitam terurai indah tertiup angin perlahan
terlihat wajah ayu di balik senyumnya yang rupawan
langkah gemulai membuat hati gundah menjadi riang
di bawah cahaya rembulan yang tak tertutup oleh awan

sekian lama aku pendam rasa cinta dalam hati
cinta yang semakin subur merobek robek sanubari
ku tak tahu dengan siapa harus aku katakan
rasa di hati yang lama tersimpan dalam dalam

hari hari kujajaki terasa begitu membingungkan
menyesali diri yang tak mampu mengungkapkan
masihkah esok akan datang satu kesempatan
untuk menggapai impian merajut kasih dan sayang

Tuhan, berikanlah aku sedikit keberanian
hanya untuk satu rasa yang telah lama aku pendam
aku takut hati ini larut dalam kesedihan
aku pun sadar dengan diri yang tak dapat hidup dalam kesendirian


PUISI "Cinta Pada Pandangan Pertama"

sejak pertama aku mengenal dirimu
berjuta rasa datang mengusik dalam setiap tidurku
apakah ini yang dinamakan jatuh cinta?
ataukah hanya perasaan kagum semata

aku sadar akan siapa diriku
yang mungkin tak pantas mendapat cinta darimu
tapi salahkah aku ketika harus jatuh cinta?
untuk yang pertama dalam hidup pada pandangan pertama

semakin aku berusaha melupakan
namun semakin kuat wajahmu dalam ingatan
aku baru yakin bahwa inilah cinta
cinta anak manusia dalam rangkaian kata kata




PUISI "JATUH CINTA"

damai hati dalam pelukan rembulan
di ujung malam dalam dekap tanpa keraguan
kupejamkan mata sejenak larut dalam perasaan
rasa bahagia selalu ada dalam setiap insan


begitupun aku yang terlalu riang dalam setiap langkah ku
hingga lupa akan orang orang yang terus memanggilku
aku hanya diam dalam ramai suara suara gaduh
hanya wajah rembulan yang selalu hadir dalam ingatanku


beginikah rasanya hati ketika sedang jatuh cinta?
tak pernah peduli apa kata kata mereka
beribu rasa yang terendap dalam jiwa dan asa
menembus angan dalam gelapnya malam yang tersisa


akankah mereka tahu dengan rasa dan warna hatiku
rasa manis dengan warna jingga yang menelusuk kalbu
aku tak tahu dengan mereka, yang ku tahu hanya diriku
aku tak peduli dengan kata kata mereka, yang kupeduli hanya rasa cintaku..


Friday, 20 July 2012

PUISI "HATI DALAM AMARAH"

Bagai petir dengan suara menggelegar
Menyambar pohon pohon rindang dalam belukar
Di balik indahnya senyum tersimpan dalam diri
Ada seribu rasa yang tak dapat di mengerti

Langit sore ini pun tampak hitam tertutup awan
Suara suara keraspun terdengar dan hilang perlahan lahan
Hanya kicau kenari yang masih terdengar dibalik gardu
Menambah suasana hati resah dan semakin pilu

Kucoba bertanya pada ranting ranting yang patah
Tentang rasa hati yang semakin memarah
Marah kepada mereka yang tak pernah mau mengerti
Marah kepada diri yang hanya bisa diam tanpa arti

Malampun semakin gelap tanpa cahaya rembulan
Tanpa bintang maupun kunang kunang
Suasana hati masih memanas bagai bara
Dan terus menyala hingga ku terlelap dalam asa


Thursday, 19 July 2012

PUISI "RINDU SENYUM DAN TANGIS ANAKKU"

(Foto Alm. Anakku "Nur Arifah Azzahra")
hari itu terasa indah dengan tangisan pertamamu
bahagia hati tak terukur dengan kata dan lagu
seorang malaikat kecil lahir dengan wajah yang lugu
menceriahkan hati yang kalut saat itu


ingin rasanya aku menggendong dan menimangnya
menemani lelap tidur hingga dia terjaga
bukan hanya hari ini atau esok, tapi selamanya
hingga terdengar suara terompet sangkakala


kebahagiaan itu berlangsung tak lama
dua tahun berlalu bagai dua hari bersamanya
rasa sedih dan sesal dalam dada terasa
hanya harapan semu yang kini tersisa

hari ini semua asa dan cita telah sirnah ditelan malam
tubuh kecilnya yang mungil kini hanya terdiam
senyum dan tawa dari bibir mungilnya  mengalahkan cerahnya rembulan
suara tangisnya pun mampu mengobati kesedihan


suara tangis kini terdengar memecah cerahnya pagi
mengantar langkah terakhirmu menuju tempat yang hakiki
tempat yang indah dalam pangkuan Illahi Rabbi
kekal nan abadi bersama Malaikat dan para Nabi



Wednesday, 18 July 2012

PUISI "RAPUH"


Masih dapat ku rasa detik akhir bersama
Saat kau pergi dan tak kembali
Dan kini ku sadari semua takkan terjadi
Cinta yang telah lama kita miliki

Tunjukkan dimana tempat aku bertanya
Agar ku hapuskan dirimu
Beraninya dirimu meninggalkan aku
Teganya kau hancurkan hatiku

Tahukah kamu Telah kering air mataku
Menangisi dirimu merindumu
Tahukah kamu Ku rapuh tanpa dirimu
Tak lelah jasadku menantimu

Bukan hanya jasadku yang semakin tak mampu
Namun hatiku pun keluh sebutkan namamu
Semakin hari aku semakin rapuh
Dalam jerit pilu, ku paksa tuk bangkit


PUISI "Rasa Yang Tak Pernah Aku Mengerti"


Aku bahagia...Tapi Aku Resah
Aku Sedih Tapi Aku Riang
Aku Tegar Tapi Aku tetap Pilu
Oh Tuhan Ada Apa dengan Rasa ini

Apakah dengan Kesendirian
dapat mengobati Rasa ini..??
Banyak yang menjajakan kasihnya untukku
tapi aku sangsi dengan ketulusan mereka
Aku masih takut menjajakinya...

Aku tak mengerti dengan apa yang kurasa saat ini
semua penuh dengan kepalsuan..
semua terasa menyakitkan untukku
semua penuh dengan kebohongan
aku tak sanggup menjalaninya

Aku Tak Punya keberanian
untuk Jujur padanya
aku Takut menyakitinya..
namun aku tak tega melihat mereka

Ya Allah.....Berikan aku petunjukmu
Mungkinkah dengan kesendirian
aku bisa menjadi diriku sendiri ?????
aku percaya inilah ujian terbesar 
dalam hidupku............
Semoga kebahagiaan itu tetap ada untukku

PUISI "RINDU DALAM PENANTIAN"

hari hari kutulis sajak indah untukmu
sajak tentang perasaan rindu kepadamu
rindu yang lama kupendam dalam penantian
di sudut pelataran gubuk yang penuh penderitaan

masih adakah sedikit rindu tersimpan untukku?
rindu yang dulu selalu membawamu hadir di sampingku
lewat angin malam ku kabarkan kerinduan
menunggu satu harapan dalam ketidakpastian

di tempat ini dulu kita berdua memandang
menikmati gemerlap indahnya kunang kunang
yang cahanya tak pernah redup dalam kegelapan
menambah keindahan dalam gelapnya malam

akankah hari itu kembali datang menepih kesunyian
menambah cahaya dalam redupnya sang rembulan
kerinduan ini tersimpan tulus dalam ketidakpastian harapan
hingga suatu saat kita bersatu dalam perjalanan yang panjang



PUISI "Menyambut Indahnya Ramadhan"

sang surya kembali menampakkan sinarnya di pagi ini
seraya mengerti akan datangnya bulan yang indah nan suci
gemuruh suara kegembiraan menggoyahkan bumi
burung burung pun bernyanyi menyambut datangnya Ramadhan nan fitri

surau yang kemarin sepi membisu tanpa penghuni
kini terdengar indah senandung kitab suci
teriakan anak anak bercampur riang memecahkan keceriaan pagi
begitu mulianya bulan turunnya kitab suci

kebahagiaan itu tidak cukup hanya dengan kata
semua akan nyata dengan puasa dan do'a
itulah bukti iman dalam menggapai asa
untuk mencapai Ridho Allah semata

bahagia insan dapat berjua dengan bulan kemuliaan
bulan yang penuh rahmat, hidayah dan ampunan
satukan jasmani dan rohani menuju kebahagiaan
perbanyak amal sebelum nyawa meninggalkan badan

Tuesday, 17 July 2012

PUISI “Engakaulah Yang Dirindukannya”


Senyum perjuanganmu sangatlah manis serupa madu di surga.
Semerbak aroma keringat semangatmu, mewangikan seberkas niat ketulusan.
Tanganmu yang mengepal janji kemenangan, menggetarkan keberanian musuhmu.
Dan majelis taman-taman surgamu, menjejerkan barisan malaikat pelindungmu.

Terus pacu frekuensi cintamu di jalan itu; jalan kemenanganmu.
Terus dayuh pengorbanan ragamu di lautan itu; lautan kemuliaanmu.
Jika jiwamu membuas resah, tenangkanlah ia dengan teduhnya tasbih.
Bila hatimu meragu, buatlah ia yakin dengan doa.

Bangsamu adalah strategisnya daratan penghamparan masalah yang terkemelut panjang.
Di mana rakyat negerimu selalu dipentaskan pertikaian dan pertengkaran.
Engkau pasti muak dengan itu.
Dan air matamu pun pasti menteskan kemuakan itu.

Di mana engkau berada?
Bangsamu menjerit perih, bilik-bilik kedamaiannya terompak keserakahan.
Harta negerimu telah dirampas oleh kecerdasan yang tak bermoral.
Nadi negerimu terancam akan terhenti.

Berhentilah berbicara perbedaan di antara engkau dan lainnya.
Usailah mencari sekat pemisah pandangan cara berjalan.
Karena bangsamu telah berada di ujung kerentahan.
Dan dia menginginkan engkau yang mengeluarkannya dari kerentahan itu.

Perjuanganmu di jalan yang meneriakkan perubahan
Tidak cukup untuk bangsamu yang terintih.
Perdebatanmu di forumforum yang memaksakan solusi
tidak akan mampu mengobati luka negerimu yang membusuk.

Inilah era engkau harus keluar dari safmu untuk menebarkan senyum perjuanganmu.
Saatnya keringat semangat ketulusanmu menghasilkanperadaban.
Tibalah waktunya untuk mewujudkan janji kemenangan yang selalu engkau genggam.
Inilah momentum materi majelis taman-taman surgamu menjadi lembar keputusan.

Telah terbangunkah engkau dari tidur panjangmu?
Bangsamu telah merindukan kehadiranmu.
Sudah sadarkah engkau dari nyeyaknya lelapmu?
Negerimu telah menantikan peranmu.

PUISI "RINDU DALAM PELUKKAN IBU"


Hari demi hari terus berganti
Bulan dan tahun pun telah ku lalui
tak terasa kini usiaku 21 tahun
begitu lama pula aku hidup tanpa dirimu

tak ada orangg yg tau

dan mungkin tak akan pernah tau
apa yang ku rasakan saat kesendirian menghampiriku
tak terasa air matakupun jatuh berlinang membasahi pipi'ku

perasaan yg sangat menyakitkan tatkala aku mengingat masa kecilku
saat kau menggendongku dan menyuapiku dengan penuh cinta
tak akan ada yg tau betapa aku sangat menyanyangimu

betapa aku sangat mencintamu dan betapa aku sangat merindukan'mu

tatapi satu yg harus IBU tau

kau akan selalu ada di hatiku
kau adalah orang yang paling aku kagumi
orang yang ku banggakan di dunia ini hingga akhir hayat'ku