Saturday, 8 September 2012

Puisi “Cinta yang Ternodai”


Lesu langkah terasa tak bermakna
Impian dan asapun hilang entah kemana
Dalam kesunyian kucoba bangkit menerjang bara
Melewati hari hariku yang kian terasa hampa

Cinta yang pernah berhias indah dalam hati
Kini harus pergi dan enggan tuk kembali
Dalam hening ku teruskan langkah tuk mencari arti
Ku tak mau terus hidup dalam pesona ilusi

Ketika mentari tak lagi menampakkan sinarnya
Ku kan terus melangkah bersama segenggam asa
Ku kan pergi jauh meninggalkan semua derita
Tak peduli kaki ini legam dengan torehan luka

Ku yakin, semua derita kan berlalu dan berarak menepi
Tak ada lagi luka karena cinta dan manisnya janji
Walau sulit tuk lupakan manisnya cinta yang telah ternodai
Namun bahagia ku kan datang mengetuk pintu hati



Friday, 24 August 2012

PUISI “Kerinduan Kepada Guruku (Pahlawan Tanpa Jasa)”


Hembusan petuahmu masih melekat di dinding dinding hariku
Walau seribu jiwa datang menghampirimu,
Aku tahu sosokku tak akan terhapus oleh waktu,
Lantaran ia terpatri dalam sejarah perjalananmu.

Kerinduan kukirimkan bersama angin yang berlalu
Aku rindu fatwamu yang membuatv terang jalanku
Aku rindu engkau menertawakan kebodohanku.
Aku sadar akan pentingnya dirimu di masa laluku

Aku rindu sindiranmu dalam lantunan khotbahmu
Mungkin noda telah melumuri ragaku,
Tapi aku rindu dikau yang selalu membimbing langkahku
Menuntunku hingga ku gapai seluruh asa dan cita cita ku


Wednesday, 15 August 2012

PUISI “Menunggu Kepastian Cinta”


Kasih, tahukah engkau betapa besar rasa cinta ini
Rasa cinta yang telah lama tumbuh dan bersemi
Betapa bayangmu selalu hadir di setiap mimpi
Membawa sejuta asa yang pernah berarak menepi

Kasih, malam ini ku duduk termangu menanti hadirmu
Bersama rembulan yang selalu setia menemaniku
Yang seolah mengerti akan kegelisahan hatiku
Betapa hadirmu begitu berarti disetiap hembusan nafsaku

Kasih, ku ingin engkau hadir malam ini
Menikmati malam hingga pajar menyongsong pagi
Bersama sejuta rasa dan cinta tanpa ilusi
Kita terus disini menanti ujung doa nan suci 

Kasih, akankah mimpi mimpi ku ini berubah nyata
Tuk merajut cinta bersama hingga tak ada lagi dusta
Atau pun kata kata yang akan menoreh luka
Karena ku yakin, hanya bersamamu ku kan bahagia